kwek kwek kwek
*) sajak jenaka yang spontan U/ Hudan Hidayat
kwek kwek kwek
; ach itu pasti suara bebek tetangga mengarak anakanaknya si kucrit kucrot dan kucret di rawa pinggir gang depan rumahku
Hussyaah!... husssyaaah!...
; ach itu suara pak temon, khas sekali dia mengatur barisan bebek menjadi barisan bebek yang terbaik di kampungku ini, kampung gunung
kuraup air di jamban dengan sepuluh kepalan jemari berkalikali
; ach... sepagi ini aku harus siap-siap menuju peron dimana sepur tua telah menantiku
khusus hanya menantiku tuk menyebrang lautan rasa
aku tahu sobat!
salah satu labuhanku masih terbentang jauh... sejauh bulat sorot matamu memandang tajam curiga padaku
kau selingkuh mas?
; hemm jawabku, menggapit pinggang rampingmu dan kubanting di reyotnya dipan berbilik bambu
kau selingkuh mas?, tanya istriku mengulang lagi dari balik nafas terlepas dalam ayunan birahi
; apa ada bedanya?
ya mas!...
matamu memburu bayangbayang yang entah sosok siapa itu
sedang gerakmu mulai lunglai lungkrah lesu kurang susu
; aku akan tetap disini sayang... selama bebekbebek pak temon tetap berbunyi ; kwek kwek kwek
apa pedulinya aku?
hemm, geram istriku menggeretakkan gingsulnya tanggal satu
; tersenyumlah manis!... pergiku memang membentangkan mimpimimpi bersanding dengan rasaku
tapi tak mungkin kau kuijinkan masuk kesitu
aku takut matamu akan membuta
hatimu akan mengeras bagai biji pala
hemm, geram istriku perlahanlahan sirna
; maafkan aku cah ayu!... aku hidup di dua dunia
maya dan nestapa
seyogyanya manisku sayangku cah ayuku denok demplonku mengerti...
disana aku hanya menarinari sejenak, berorgasme lalu berubah jadi kepompong
maka...
ijinkan pula aku jadi kupu-kupumu yang selalu kau sayang
...
PP
Pecicilan Ponco
Tangerang, 25 September 2009-9;21
19 November 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar