19 November 2009

Sajak Poncowae Lou : Selasih

09 November 2009 jam 10:30 | Sunting Catatan | Hapus

Sumber gambar ; http://www.johnwilliamwaterhouse.com/assets/images/content/waterhouse/hi/waterhouse71.jpg

Sajak Poncowae Lou : Selasih

matahariku kurang padam di pengasingannya antara tembok kusam dan jelaga yang bersawang
sedang selasih menampi harihari sunyinya
yang jatuh satu persatu, kopong... kosong
; syukurlah masih ada satu yang di tampah walau tak membentuk harap

sodong yang gentoyong, ume kita yang tenang
bertudung rindang bebuah mengayom hati.
tak henti-henti selasih menumbuk katakata dengan lesung beriiring gending pangkur jenggleng
; ada apa dengan hati... rasa ngilu menghimpit cerna nafasku?

aku yang saat itu jadi angin, hanya dapat menyentuh daun telingamu yang njepiping
; mengapa kau diam selasih?... apa tak kau dengar bisikku?

pagi ini aku jadi domba yang kau kupas bulu-bulu halusku dengan lidahmu
sesiang nanti aku jadi burung merak yang kau cabuti sayapku dengan bibir indahmu
sesore hari aku jadi kerbau yang kau cocok hidungku dengan seribu jarummu

; selasih!... aku lelah

...
Tangerang, 09 Nopember 2009-10;25

Tidak ada komentar:

Posting Komentar